Rabu, 05 September 2018

Begini Penanganan Ibu Hamil yang Positif Hepatitis B

 Ketika ibu hamil yang positif hepatitis B tapi tidak terdeteksi, maka bayi yang akan lahir berisiko tinggi terkena penyakit menular tersebut. Virus hepatitis B yang menyerang hati menyebabkan kerusakan hati kronis. Bila tak segera ditangani, sirosis hati bisa berujung kanker hati.

Untuk menghindari itu, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan cek darah. Jika ditemukan virus hepatitis B pada ibu, ada penanganan yang dilakukan untuk ibu hamil dan bayi.

Dalam acara "Peranan Uji Diagnostik dalam Memerangi Hepatitis," Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Irsan Hasan menjelaskan hal tersebut. "Di dalam kandungan, jika ibu kena hepatitis B, maka bayi tidak diapa-apain (tidak diintervensi). Bayi baru diintervensi setelah lahir," kata Irsan saat ditemui di Plaza Kuningan, Jakarta, ditulis Jumat (27/7/2018).

Setelah lahir, bayi dari ibu yang positif hepatitis B akan divaksin. Vaksin juga harus segera dilakukan setelah lahir dan tidak boleh menunggu lama, apalagi hingga berhari-hari.

"Ada beberapa ibu, yang memang keberatan kalau anaknya divaksin setelah lahir. Maunya ya seminggu kemudian, tapi kalau begitu virus hepatitis B sudah telanjur masuk ke hati bayi," Irsan melanjutkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

video wingchun GRAB

video wingchun GRAB